PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Media Perkebunan, Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia, dan Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI secara resmi menyelenggarakan Pameran Benih Sawit Terbesar di Kalimantan Tengah serta kegiatan lainnya mulai 28 hingga 30 April 2025.

Acara ini dirancang sebagai ajang strategis untuk mempromosikan inovasi di bidang kelapa sawit sekaligus membahas isu-isu penting terkait produktivitas perkebunan.

Selama dua hari pertama, 28-29 April, digelar seminar teknis bertema “Kiat Sukses Meningkatkan Produktivitas Sawit” di Aquarius Boutique Hotel, Sampit. Seminar ini menghadirkan pembicara-pembicara penting, termasuk Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, dan Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang.

"Saya menyampaikan materi mengenai potensi replanting dan upaya mendukung program ketahanan pangan dan energi pada kegiatan ini," ujar Rawing Rambang kepada Borneonews pada Senin, 28 April 2025.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan strategi inovatif untuk mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit di masa depan.

Pada hari terakhir, 30 April 2025, kegiatan akan dilanjutkan di PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi yang berlokasi di Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat. Acara ini diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang penerapan teknologi modern dalam pengelolaan perkebunan sawit.

Antusiasme peserta terhadap pameran ini sangat tinggi, terutama karena peran penting kelapa sawit dalam mendukung perekonomian daerah maupun nasional. Para praktisi, pengusaha, dan pemerhati perkebunan tampak memanfaatkan momen ini untuk bertukar informasi dan membangun jejaring profesional.

Dengan serangkaian acara yang menarik dan informatif, Pameran Benih Sawit Terbesar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen bersama untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan di sektor ini. (TESTI PRISCILLA/H)