BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, mengungkapkan bahwa salah satu faktor pendorong inflasi adalah kenaikan harga emas global.
Menurutnya, fluktuasi harga emas yang terus meningkat memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian, khususnya pada harga barang dan kebutuhan lainnya.
"Kenaikan harga emas global menjadi salah satu faktor pendorong inflasi yang perlu diwaspadai. Harga emas yang lebih tinggi bisa mempengaruhi daya beli masyarakat, serta berpotensi mendorong kenaikan harga barang-barang lainnya," jelas Yuliansah, Senin, 28 April 2025.
Yuliansah juga menambahkan, meskipun inflasi di Kalteng masih dalam kendali, kondisi global yang dipengaruhi oleh harga komoditas, termasuk emas, harus tetap dipantau.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengendalikan inflasi agar tetap terjaga pada level yang stabil dan terkendali," ungkapnya.
Lebih lanjut, Yuliansah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan lebih bijak dalam mengelola pengeluaran di tengah ketidakpastian harga barang. BI, melalui kebijakan moneter dan kerjasama dengan pihak terkait, berupaya memitigasi dampak inflasi terhadap masyarakat. (MARINI/j)









