BORNEONEWS, Palangka Raya - Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan-pelabuhan wilayah Kalimantan Tengah mengalami penurunan pada bulan Februari 2025.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, tercatat penurunan sebesar 2,02 persen, yaitu dari 744 kunjungan pada Januari 2025 menjadi 729 kunjungan pada Februari 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa penurunan ini mencerminkan dinamika aktivitas transportasi laut di wilayah tersebut.
“Penurunan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, perubahan jadwal operasi kapal, ataupun penurunan aktivitas perdagangan antarwilayah,” kata Agnes pada Senin, 28 April 2025.
Dari segi pelabuhan, beberapa pelabuhan utama di Kalimantan Tengah mengalami penurunan jumlah kunjungan kapal, sementara lainnya justru menunjukkan peningkatan.
“Pelabuhan Kumai mencatat peningkatan kunjungan sebanyak 14 kapal, sedangkan Pelabuhan Sampit mengalami penurunan kunjungan sebesar 11 kapal dibandingkan bulan sebelumnya,“ terangnya.
Agnes Widiastuti juga menambahkan bahwa data frekuensi ini penting sebagai indikator aktivitas ekonomi dan perdagangan.
“Transportasi laut memainkan peranan penting dalam pergerakan barang dan manusia. Penurunan kunjungan kapal dapat memengaruhi dinamika perekonomian lokal,” tambahnya.
Meskipun frekuensi kunjungan mengalami penurunan, aktivitas bongkar muat barang menunjukkan tren positif.
“Volume arus barang meningkat sebesar 2,89 persen, memberikan sinyal adanya peningkatan aktivitas perdagangan meski jumlah kapal yang datang menurun,“ jelasnya.
Pihak BPS Kalteng berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ini dan menyediakan data yang akurat kepada masyarakat. Diharapkan, dengan data ini, para pemangku kebijakan dapat merancang strategi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor transportasi laut di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)



