PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menjelaskan bahwa minyak sawit telah lama dikenal sebagai minyak makan yang aman dan bernilai gizi tinggi.

Bahkan, sejak ribuan tahun lalu masyarakat dunia telah menikmati minyak sawit sebagai minyak goreng, margarin, hingga shortening, baik di rumah tangga maupun industri pangan. Keunggulannya tidak hanya pada rasa, tetapi juga pada kandungan nutrisinya yang esensial bagi tubuh.

Menurut Eddy, minyak sawit merupakan sumber energi yang mudah dicerna serta dapat meningkatkan cita rasa makanan. Data dari Oil World (2017) mencatat bahwa konsumsi minyak sawit terus meningkat dan meluas secara global, terutama setelah tahun 2005.

"Minyak sawit bahkan telah mengungguli minyak nabati lainnya dalam hal konsumsi global. Namun, hal ini diiringi dengan munculnya kampanye negatif terhadap minyak sawit," kata Eddy pada Senin, 28 April 2025.

Eddy memaparkan bahwa penelitian menunjukkan minyak sawit memiliki komposisi asam lemak yang seimbang, yaitu 50 persen asam lemak jenuh dan 50 persen asam lemak tak jenuh. Komposisi ini membuat minyak sawit lebih stabil dan tidak mudah tengik, dibandingkan dengan minyak nabati lain seperti kedelai atau bunga matahari. Stabilitas ini juga membuat minyak sawit tidak menghasilkan radikal bebas yang dapat memicu kanker.

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa minyak sawit tidak memerlukan proses hidrogenisasi seperti minyak kedelai atau bunga matahari yang membutuhkan stabilisasi. Proses hidrogenisasi pada minyak nabati lain justru menghasilkan asam lemak trans yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Minyak sawit, dengan sifat alami semisolidnya, mampu digunakan tanpa proses hidrogenisasi, menjadikannya pilihan yang lebih sehat.

Tak hanya itu, Eddy menambahkan bahwa minyak sawit memiliki kandungan vitamin E dan vitamin A yang sangat tinggi. Vitamin E pada minyak sawit mencapai 1.172 ppm, lebih tinggi dibandingkan minyak kedelai atau bunga matahari, dan berfungsi sebagai antioksidan alami. Kandungan vitamin A dalam minyak sawit juga sangat tinggi, mencapai hingga 6.700 µg per 100 gram, yang membantu mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan jantung.

"Secara keseluruhan, minyak sawit adalah pilihan minyak nabati yang unggul dalam aspek keamanan, nutrisi, dan kesehatan," tutup Eddy Abdurrahman.

Hal ini menjadikan minyak sawit tidak hanya menyehatkan, tetapi juga berkontribusi dalam pencegahan berbagai penyakit serius dibandingkan minyak nabati lainnya. (TESTI PRISCILLA/H)