BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur dengan mengaspal ulang sejumlah ruas jalan kabupaten pada tahun anggaran 2025.
Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi langsung dari arahan Bupati dan Wakil Bupati untuk merealisasikan visi dan misi pembangunan daerah, khususnya dalam mencapai 100 persen jalan dan jembatan layak fungsi selama masa kepemimpinan lima tahun.
“Kalau perbaikan jalan untuk saat ini, lubang-lubang pada jalan kabupaten sudah kita timbun sementara. Kemudian kita akan fokus mengaspal ulang ruas-ruas jalan dengan tingkat mobilitas tinggi,” ujar Yumail di ruang kerjanya, Senin, 28 April 2025.
Menurut dia, salah satu ruas prioritas adalah Jalan Sarapat, yang telah dialokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk pekerjaan pengaspalan ulang.
Selain itu, jalan penghubung antara Hayaping dan Tamiang Layang juga akan diperbaiki dengan anggaran sebesar Rp5 miliar, dimulai dari arah Hayaping.
Sementara itu, untuk ruas Tamiang Layang menuju Magantis, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar.
Yumail menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.
“Jalan yang baik mempercepat aktivitas warga, menurunkan biaya transportasi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dengan program pengaspalan ulang ini, Pemkab Barito Timur berharap dapat mengoptimalkan konektivitas antarwilayah, mempercepat pemerataan pembangunan desa-kota, sekaligus menumbuhkan semangat investasi di berbagai sektor. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan agar setiap tahapan pekerjaan infrastruktur dilaksanakan tepat waktu, berkualitas dan berkelanjutan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









