PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro, menegaskan pentingnya peran guru atau tenaga pendidik dalam mengawasi aktivitas siswa di lingkungan sekolah. 

Menurutnya, pengawasan yang ketat menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya berbagai kasus kekerasan antar siswa, seperti perkelahian yang dapat berujung pada kekerasan fisik.

"Guru dan tenaga pendidik harus aktif dalam memantau interaksi antar siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Tugas ini tidak hanya sebatas memberikan pelajaran, tetapi juga memastikan suasana sekolah tetap aman dan kondusif bagi semua siswa," ujar Jati Asmoro, Senin, 28 April 2025.

Ia menilai, pengawasan yang efektif dapat menjadi kunci untuk mendeteksi sejak dini potensi gesekan di antara siswa. 

Selain itu, ia juga mendorong pihak sekolah untuk membangun komunikasi terbuka antara guru, siswa, dan orang tua, sehingga berbagai permasalahan yang muncul dapat segera diatasi.

"Pendekatan dialogis dan edukatif perlu dilakukan untuk membina karakter siswa. Jangan sampai ada pembiaran terhadap perilaku negatif yang dapat berkembang menjadi kekerasan," tambahnya.

Sebagai upaya tambahan, Jati Asmoro juga mengusulkan agar sekolah mengintensifkan kegiatan positif seperti ekstrakurikuler, pelatihan kepemimpinan, serta program-program karakter building untuk memperkuat rasa solidaritas dan toleransi antar siswa.

Ia berharap semua pihak, termasuk orang tua, ikut berperan aktif dalam mendukung lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. 

"Dengan sinergi yang baik antara sekolah, siswa, dan orang tua, kita bisa meminimalkan potensi kekerasan di dunia pendidikan," tutupnya. (MARINI/j)