BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima bantuan program cetak sawah seluas 4.216 hektare dari pemerintah pusat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.
“Kita sudah mulai melaksanakan. Ada dua kontraktor yang melaksanakan cetak sawah di Kotim. Saat ini mungkin sudah sekitar 40 hektare lebih yang sudah tercetak,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Sepnita, Senin, 28 Maret 2025.
Dana untuk proyek cetak sawah ini bersumber dari APBN dan dilaksanakan oleh kontraktor yang terpilih melalui e-katalog oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayah terluas yang akan mendapatkan program ini adalah Kecamatan Teluk Sampit yang merupakan lumbung padi Kotim. Selain itu, program ini juga akan dilaksanakan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Baamang, dan Telaga Antang.
“Setelah cetak sawah ini, ada di Desa Handil Sohor sekitar 700 hektare lebih yang akan kita laksanakan pertanaman. Rabu ini akan kita laksanakan pertanaman perdana. Kemungkinan Direktur Alsintan Pascapanen yang akan hadir," ungkapnya.
Program cetak sawah ini dirancang untuk mempermudah petani. Kontraktor akan mengelola lahan hingga siap tanam, sehingga petani hanya perlu menanam padi.
--page
“Dalam program cetak sawah ini semua disiapkan sampai pengolahan lahan, sehingga petani langsung menanam tanpa perlu ada proses lain lagi. Semua dilakukan oleh kontraktor, sehingga petani tinggal menanam,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sepnita mengungkapkan selain proses pengolahan lahan, pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa pupuk dan benih padi yang akan ditanam.
“Kita tentu sangat berterima kasih atas bantuan ini. Petani tinggal menanam karena benih dan pupuk juga dibantu,” ujarnya.
Dengan tambahan 4.216 hektare lahan baku sawah, total lahan eksisting di Kotim tahun ini mencapai lebih dari 15.000 hektare. Pemerintah Kotim terus berupaya meningkatkan sektor pertanian mengingat potensi yang besar dan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kami terus pantau perkembangan cetak sawah ini sehingga program dapat berjalan lancar dan ketahanan pangan dapat terwujud di daerah ini, " harapnya. (DEVIANA/y)









