PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan kunjungan ke RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) kesiapan penerimaan alat kesehatan (alkes) Cathlab, Senin, 28 April 2025.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin, Selasa, 29 April 2025 menjelaskan monitoring tersebut dilakukan 28 April 2025. Pihak rumah sakit terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan prioritas.

“RSSI Pangkalan Bun berupaya memperkuat layanan KJSU, yakni Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi, sehingga dapat menjadi rujukan utama pengobatan stroke dan jantung bagi masyarakat Kotawaringin Barat dan daerah sekitarnya,” jelasnya.

Fachruddin menjelaskan kegiatan Monev ini bertujuan memastikan bahwa fasilitas dan infrastruktur RSSI Pangkalan Bun sudah memenuhi standar sebelum alat Cathlab diterima dan dioperasikan. 

"Ini menjadi bagian dari Monitoring Terpadu On-site di wilayah non-tertinggal untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan," jelasnya.

Sebelumnya perwakilan dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Benny menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

“Untuk mendukung percepatan transformasi kesehatan menuju Indonesia Emas, Kementerian Kesehatan akan membantu rumah sakit dengan penyediaan alat-alat kesehatan. Sementara itu, rumah sakit bertanggung jawab menyediakan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang memadai,” jelas Benny.

Kemenkes berharap dengan adanya fasilitas Cathlab ini, kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kobar dapat meningkat.

"Khususnya dalam penanganan kasus penyakit jantung dan stroke yang membutuhkan teknologi tinggi," jelas Benny. (WAHYU KRIDA/R)