PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah mencatatkan peningkatan nilai ekspor melalui pelabuhannya pada Februari 2025 dibandingkan Januari 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa nilai ekspor tumbuh sebesar US$13,55 juta, naik 23,72 persen.

“Sektor industri memberikan kontribusi terbesar dalam peningkatan ini, dengan kenaikan sebesar US$11,06 juta atau 21,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya,“ kata Agnes pada Selasa, 29 April 2025.

Diikuti sektor pertambangan yang mencatatkan lonjakan signifikan sebesar US$2,09 juta, meningkat 65,52 persen.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya optimisme dalam aktivitas ekspor, terutama pada produk-produk industri dan hasil tambang," ujar Agnes.

Ekspor hasil industri didominasi oleh produk olahan seperti minyak sawit dan kayu lapis, yang memiliki pasar stabil di berbagai negara. Meski demikian, Agnes mengingatkan agar terus memperkuat daya saing komoditas ekspor.

"Peluang peningkatan ekspor masih besar, khususnya jika kita bisa meningkatkan nilai tambah produk yang diekspor," tambahnya.

Selain itu, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran pelabuhan utama di Kalimantan Tengah, seperti Pelabuhan Kumai yang menjadi penggerak utama dalam ekspor. Sektor industri dan pertambangan, menurut Agnes, akan terus menjadi motor penggerak utama perekonomian Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)