BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Februari 2025 meningkat sebesar 1,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, volume ekspor mengalami penurunan 2,42 persen, menunjukkan adanya tantangan dalam efisiensi distribusi.
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti, menyebut hal ini sebagai fokus utama perbaikan.
"Komoditas utama seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan kayu olahan menunjukkan daya saing tinggi di pasar internasional. Namun, penurunan volume mengindikasikan perlunya penguatan sistem logistik dan transportasi," kata Agnes pada Selasa, 29 April 2025.
Menurut Agnes, pengembangan infrastruktur pelabuhan dan teknologi distribusi akan menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi ekspor. Ia mengimbau semua pihak untuk bekerja sama dalam memperbaiki rantai distribusi agar lebih kompetitif.
"Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi signifikan pada total ekspor, dengan nilai meningkat 20,91 persen dibanding bulan sebelumnya," bebernya.
Hal ini menunjukkan pentingnya peran sektor non-tambang dalam diversifikasi ekspor Kalimantan Tengah.
Agnes juga menyoroti pentingnya pengembangan pasar tujuan ekspor yang baru. Menurutnya, diversifikasi pasar akan membantu mengurangi ketergantungan pada beberapa negara mitra tertentu. (TESTI PRISCILLA/H)









