PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Dispursip Kalimantan Tengah, diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas dalam pengelolaan arsip di berbagai instansi.

Kepala Bidang Arsip Dispursip Kalteng, Yerson menyampaikan bahwa peserta sosialisasi diharapkan mampu menerapkan pengelolaan arsip dinamis sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi.

"Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan kompetensi pengelolaan arsip secara profesional," kata Yerson pada Selasa, 29 April 2025.

Hal ini disampaikan Yersin dalam Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis yang diberikan bagi Perangkat Daerah lingkup Pemprov Kalteng, Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD, Organisasi masyarakat, Organisasi Politik, Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Atas yang berlangsung di Hotel Luwansa Palangka Raya, Selasa, 29 April 2025.

"Tidak hanya memberikan teori, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber kompeten, yaitu dari Bidang Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI yang memberikan materi secara daring, serta narasumber dari Arsip Dispursip Kalteng," terangnya.

Kehadiran narasumber ini diharapkan mampu memberikan pandangan strategis dan teknis dalam pengelolaan arsip modern.

Yerson menambahkan bahwa kualitas pengelolaan arsip tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada pola pikir dan kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini, peserta didorong untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan arsip yang autentik, akurat, dan terpercaya.

Selain itu, sosialisasi ini juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi.

"Arsip modern tidak lagi hanya berupa dokumen fisik, tetapi telah berkembang menjadi format digital yang membutuhkan pengelolaan khusus. Para peserta diberikan pemahaman tentang tata kelola arsip digital yang efisien dan sesuai standar," benernya.

Dispursip Kalteng juga menyoroti bahwa pengelolaan arsip yang baik akan memberikan dampak positif bagi instansi, seperti kemudahan dalam pengambilan keputusan, efisiensi operasional, serta peningkatan akuntabilitas. Dengan demikian, arsip tidak hanya menjadi dokumen pasif tetapi juga aset yang strategis.

Melalui inisiatif seperti ini, Dispursip Kalteng menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan kompetensi pengelolaan arsip di Kalimantan Tengah. Dengan kerja sama yang sinergis antara berbagai instansi, pengelolaan arsip diharapkan dapat berkembang lebih baik, mendukung terciptanya layanan publik yang transparan dan berkualitas. (TESTI PRISCILLA/H)