BORNEONEWS, Palangka Raya - Bahan pangan selalu menjadi pemicu inflasi. Padahal Indonesia adalah negara yang kaya. Ini tentu menjadi pertanyaan penting. Namun ternyata Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Pusat menjelaskan bahwa bukan bahan pangan yang menyebabkannya menjadi pemicu inflasi melainkan berbagai hal yang harusnya dapat mendukung komoditi makanan ini.
"Tentu saja produksi menjadi penyebab bahan pangan ini selalu memicu inflasi tapi jalur transportasi juga tidak kalah besar perannya," ungkap Mirza saat membuka pelatihan kepada 220 wartawan serta 24 pendamping dari BI Perwakilan yang dihelat di Grand Mercure Harmoni, Jakarta 9-12 Oktober 2016.
Dalam pelatihan yang digelar dengan harapan para pewarta berita dari 24 kota di wilayah Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua sebagai clouter kedua pelatihan setelah sebelumnya pada 2-5 Oktober pewarta dari Jawa, Sulawesi dan Bali lebih dahulu mendapatkan pelatihan ini, Mirza menyebut bahwa sistem transportasi harus lebih dahulu diperbaiki untuk menjaga kestabilan inflasi.
"Walaupun produksi cukup bahkan berlebih, kalau jalur transportasinya belum diperbaiki susah juga. Misalnya kita punya cabai 10 ton yang bisa dikirim menggunakan satu truk, tapi karena jalur transportasi tidak mampu untuk dilewati truk, hanya bisa mobil bak terbuka, otomatis biayanya akan naik. Karena harus bolak balik beberapa kali untuk mengantar 10 ton, otomatis harga cabai ini akan mahal karena ditambah biaya transportasi, inilah yang menyebabkan inflasi," terang Mirza.
Inilah yang diharapkan BI untuk wartawan dapat menyampaikan secara benar dan gamblang segala informasi kepada masyarakat.
"Kita berharap wartawan dapat menyampaikan berbagai informasi ekonomi dengan lebih sederhana. Kita tahu bahwa istilah-istilah ekonomi itu agak susah dan terkesan kurang menarik tapi bagaiman wartawan dapat mengemas berita yang memuat angka-angka ini agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat," tambah Mirza Adityaswara. (TESTI PRISCILLA/m)








