BORNEONEWS, Palangka Raya - Indonesia terus mengukuhkan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, dengan pangsa mencapai 50-60 persen dari total volume produksi minyak sawit global. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan bahwa posisi strategis ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi produsen terdepan produk hilir sawit dunia.
Salah satu jalur hilirisasi yang menjadi fokus pemerintah adalah pengembangan oleokimia. Eddy menjelaskan bahwa melalui hilirisasi oleokimia, minyak sawit tidak hanya diolah menjadi bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tambah seperti oleokimia dasar, oleokimia antara, dan produk akhir berbasis oleokimia sawit.
"Dengan memanfaatkan potensi ini, kita dapat meningkatkan daya saing industri sawit di pasar global," kata Eddy dalam rilisnya pada Selasa, 29 April 2025.
Oleokimia, sebagaimana dijelaskan oleh PASPI (2021), adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari lemak dan minyak, baik nabati maupun hewani. Produk oleokimia dasar seperti fatty acid, fatty alcohol, glycerol, dan methyl ester merupakan bahan utama yang menjadi fondasi pengembangan produk lanjutan. Eddy menambahkan bahwa pengolahan ini memberikan peluang besar untuk diversifikasi produk.
Selain itu, produk oleokimia antara, seperti asam lemak etoksilat dan fatty alkohol etoksilat, menjadi komponen penting dalam berbagai industri. Produk ini menjadi bahan baku untuk produk akhir yang digunakan oleh konsumen sehari-hari, seperti kosmetik, pelumas, farmasi, hingga produk perawatan pribadi lainnya. Menurut Eddy, hilirisasi ini juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Eddy menjelaskan bahwa hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Produk berbasis oleokimia memiliki karakteristik terbarukan, biodegradable, dan ramah lingkungan.
"Hal ini menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan produk berbasis petrokimia yang lebih berisiko terhadap lingkungan," ujarnya.
Dengan peluang besar yang dimiliki Indonesia, Eddy mengajak semua pihak untuk terus mendukung pengembangan hilirisasi minyak sawit. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan visinya sebagai produsen terbesar produk hilir sawit dunia. (TESTI PRISCILLA/j)









