PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP, Eddy Abdurrahman, mengungkapkan bahwa oleokimia berbasis minyak kelapa sawit di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan dari PASPI tahun 2025, oleokimia memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai sektor industri berkat sifatnya yang terbarukan, biodegradable, dan beragam aplikasi.

Data dari Kementerian Perindustrian (2021) dan APOLIN (2020) yang dirangkum PASPI (2021) menunjukkan Indonesia sebagai salah satu produsen oleokimia terbesar di dunia. Kapasitas produksi oleokimia dasar Indonesia mencapai 19,93 juta ton per tahun, menjadikannya pemain utama dalam pasar global.

"Periode 2016-2020 mencatat peningkatan jumlah perusahaan oleokimia berbasis sawit dari 19 menjadi 21 perusahaan, dengan total kapasitas produksi melonjak dari 18 juta ton menjadi hampir 20 juta ton," kata Eddy pada Selasa, 29 April 2025.

Selain itu, lanjutnya, realisasi produksi juga mengalami kenaikan signifikan, dari hanya 6,6 juta ton pada 2014 menjadi 12,9 juta ton pada 2020, meskipun sempat ada penurunan antara 2014 dan 2016.

Eddy Abdurrahman menjelaskan bahwa industri methyl ester menjadi salah satu sektor oleokimia dasar yang berkembang paling cepat.

"Oleokimia ini juga memiliki keunggulan seperti ramah lingkungan dan lebih aman untuk produk konsumen. Selain itu, oleokimia dapat menggantikan bahan kimia berbasis petrokimia yang bersifat tidak terbarukan," katanya.

Oleokimia berbasis sawit juga memiliki aplikasi luas, mulai dari produk pembersih seperti sabun dan deterjen, hingga bahan bakar nabati seperti biodiesel.

"Selain itu, oleokimia digunakan dalam produk farmasi seperti kapsul dan tablet, serta produk makanan seperti margarin dan minyak goreng," tuturnya lagi.

Sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar, Eddy Abdurrahman menekankan pentingnya optimalisasi industri oleokimia untuk mendukung keberlanjutan ekonomi. Ia menambahkan bahwa pengembangan oleokimia tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi dalam upaya global untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbasis petrokimia. (TESTI PRISCILLA/j)