BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, mengapresiasi hasil studi John J Musa tahun 2009 berjudul Evaluation of the Lubricating Properties of Palm Kernel Oil. Studi tersebut menunjukkan bahwa minyak kernel sawit memiliki kandungan asam lemak yang unggul, memberikan peluang besar untuk industri pelumas dan produk lainnya. Eddy menyebut temuan ini sebagai bukti pentingnya diversifikasi produk berbasis sawit di Indonesia.
PASPI di tahun 2025 juga menyoroti tahapan produksi kernel sawit yang dimulai dari proses penimbangan kernel untuk menghitung berat gross dan netto. Setelah itu, kernel dipisahkan dari kulit buah kelapa sawit menggunakan mesin pengupas atau pemecah.
"Efisiensi teknologi di setiap tahapan produksi adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk kernel sawit," kata Eddy dalam rilisnya pada Selasa, 29 April 2025.
Proses pengolahan kernel dengan mesin crusher menghasilkan minyak kernel berkualitas tinggi, sementara produk sampingan seperti bungkil atau ampas disimpan untuk keperluan lebih lanjut. Eddy menyampaikan bahwa upaya inovasi dalam penyimpanan dan pemrosesan sangat penting untuk menjaga kualitas dan mendukung stabilitas industri.
Salah satu sorotan utama adalah beragam manfaat kernel sawit. PASPI menyatakan bahwa palm kernel oil (PKO) menjadi bahan baku untuk industri pangan seperti minyak goreng, margarin, hingga oleokimia yang meliputi fatty alcohol dan fatty acid. Eddy mengatakan bahwa pemanfaatan PKO di sektor ini memberikan kontribusi besar pada perekonomian nasional.
"PKO juga memiliki potensi luar biasa dalam pembuatan produk pelumas, insectisida, serta bahan bakar alternatif. Produk sampingan berupa ampas kernel bahkan digunakan sebagai pakan ternak berkualitas tinggi. Inilah pentingnya mendorong penelitian lebih lanjut untuk memperluas aplikasi PKO dalam berbagai sektor industri," tuturnya.
Manfaat kesehatan PKO tidak luput dari perhatian. PASPI mengidentifikasi kandungan asam laurat, asam miristat, dan asam kaprat dalam minyak kernel sawit yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penyakit jantung. Eddy mendukung penggunaan PKO sebagai bahan alami dalam perawatan kesehatan yang lebih terjangkau.
Selain itu, PKO kaya akan vitamin E dan asam lemak esensial, yang sangat efektif menjaga kelembaban kulit dan rambut. Eddy mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan potensi produk lokal dalam perawatan kecantikan yang aman dan ramah lingkungan.
"Melalui kolaborasi dengan BPDP dan dukungan berbagai pihak, kami berharap industri sawit Indonesia terus berkembang, menghasilkan manfaat maksimal bagi ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Dengan potensi sebesar ini, kita harus memastikan bahwa pengelolaan dan penelitian terus berjalan dengan optimal," tutur Eddy. (TESTI PRISCILLA/j)









