PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam konteks pengembangan sektor kelapa sawit nasional, total permintaan benih varietas unggul di Indonesia tercatat mencapai 164.771.521 butir kecambah. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan petani dan pelaku industri kelapa sawit untuk varietas berkualitas dalam meningkatkan produktivitas perkebunan.

Namun, permintaan untuk varietas yang tahan terhadap hama Ganoderma menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni sebesar 9.505.233 butir kecambah. Perbedaan ini disebabkan oleh harga benih tahan Ganoderma yang relatif lebih mahal dibandingkan varietas biasa, sehingga jumlah pembelian menjadi lebih terbatas.

"Permintaan benih varietas unggul sangat besar, tetapi varietas tahan Ganoderma jumlahnya memang lebih sedikit karena harga benih ini lebih tinggi dibandingkan benih biasa," ujar Laksmi W yang mewakili Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan dalam acara Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip di Sampit pada 28-30 April 2025.

Pemerintah menyadari bahwa harga menjadi salah satu kendala utama bagi para petani dalam mengakses varietas tahan Ganoderma. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis diperlukan untuk memastikan bahwa varietas ini dapat lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitasnya.

"Selain kendala harga, proses pengembangan dan pengawasan varietas benih ini juga memerlukan perhatian yang intensif," tutur Laksmi.

Klaim ketahanan terhadap Ganoderma harus terus diawasi agar sesuai dengan deskripsi teknis yang diajukan saat pelepasan varietas.

Dengan permintaan benih varietas unggul yang tinggi, diharapkan pemerintah dapat terus mendorong inovasi dan efisiensi dalam pengembangan benih.

"Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku industri dan lembaga penelitian, menjadi kunci dalam mewujudkan keberlanjutan sektor kelapa sawit nasional," katanya.

Acara Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip di Sampit ini disebut memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan untuk membahas tantangan ini. Melalui kolaborasi antara pemerintah, produsen, dan petani, diharapkan solusi dapat ditemukan untuk mengatasi permasalahan harga dan distribusi benih.

Dengan inovasi dan pengawasan yang berkelanjutan, pemerintah optimis bahwa pengembangan varietas unggul, termasuk yang tahan Ganoderma, akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama kelapa sawit dunia. Hal ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mendukung ketahanan perkebunan kelapa sawit di masa depan. (TESTI PRISCILLA/j)