PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam acara Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip di Sampit, Laksmi W yang mewakili Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, memaparkan rencana pemerintah terkait sidang pelepasan benih sawit unggul untuk periode pertama 2024.

Dua varietas unggul yang akan disidangkan mencakup benih sawit berbasis metode genom dan benih sawit yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas.

Laksmi menjelaskan bahwa proses sidang pelepasan varietas telah dibuat lebih cepat dengan pelaksanaan dua kali dalam setahun.

“Kami sedang dalam proses sidang semester pertama 2025. PT Astra dan PT Socfin akan mengikuti sidang ini, bahkan Astra sudah menggunakan metode genom dalam pengembangan varietasnya,” ujarnya dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 28-30 April 2025.

Proses ini diatur dalam Permentan Nomor 38 Tahun 2019, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan atas nama Menteri Pertanian bersama Tim Penilai Varietas (TPV).

Dalam penjelasannya, Laksmi menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan perusahaan benih guna mendukung keberlanjutan program ini.

“Pilihan benih legal sangat banyak dan mudah diakses. Jadi, jangan pernah membeli benih sawit secara online yang tidak jelas asal-usulnya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan untuk memastikan pengembangan varietas unggul berjalan optimal. Pemerintah berharap langkah ini mampu memperkuat fondasi industri kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Dengan dukungan teknologi dan penelitian, diharapkan produksi sawit nasional semakin meningkat. Laksmi menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan perusahaan tidak hanya berfokus pada pelepasan varietas unggul, tetapi juga pada pengawasan klaim terhadap varietas.

Proses pelepasan varietas unggul memerlukan pengawasan ketat agar sesuai dengan deskripsi teknis, sehingga kualitas benih yang dilepas ke pasar dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan berbagai langkah strategis ini, diharapkan perkebunan kelapa sawit Indonesia mampu bersaing di pasar global, menjadi industri yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan. Hasilnya diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas.(TESTI PRISCILLA/R)