PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menekankan pentingnya inovasi dalam industri sawit nasional. Salah satu inovasi tersebut adalah pengembangan minyak sawit merah, yang termasuk dalam kategori produk turunan berbasis minyak sawit.

Eddy menyatakan minyak goreng, yang merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako) masyarakat Indonesia, kini berpeluang memiliki alternatif yang lebih sehat melalui minyak sawit merah.

Minyak sawit merah memiliki kandungan karotenoid, tokoferol, tokotrienol, dan asam lemak yang tinggi, sehingga memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh.

”Berbeda dengan minyak goreng komersial yang sering kehilangan sebagian besar fitonutrien selama proses pengolahan, minyak sawit merah mempertahankan kandungan fitonutriennya. Hal ini dicapai melalui metode pengolahan yang lebih sederhana dan hemat energi,” kata Eddy pada Rabu, 30 April 2025.

Studi yang dirilis oleh PASPI (2025) menjelaskan bahwa kandungan karotenoid dalam minyak sawit merah mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan minyak goreng komersial.

Selain itu, kandungan vitamin E dan squalene juga menonjol sebagai keunggulan minyak ini. Nutrisi tersebut mendukung kesehatan mata, sistem imun, dan perkembangan sistem saraf manusia, menjadikannya alternatif yang ideal untuk kebutuhan sehari-hari.

Eddy juga menyoroti potensi ekonomi dari minyak sawit merah, terutama dalam mendukung petani kelapa sawit.

“Minyak sawit merah memberikan peluang bagi petani untuk memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam rantai pasok industri,” ujar Eddy.

Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain manfaat kesehatan dan ekonomi, minyak sawit merah juga dinilai dapat mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia.

Eddy mengungkapkan bahwa produk ini memiliki potensi sebagai solusi atas masalah stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Dengan memanfaatkan kandungan fitonutriennya, minyak sawit merah dapat menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

”Melalui pengembangan produk seperti minyak sawit merah, industri sawit nasional tidak hanya mendiversifikasi produk berbasis sawit tetapi juga memperkuat posisinya dalam mendukung kebutuhan pangan sehat. Inovasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor sawit mampu berkontribusi lebih banyak untuk masyarakat dan perekonomian,” tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)