BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DISTANKP Kabupaten Kotawaringin Timur, Sepnita menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian target Program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun atau PKSP.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip di Sampit yang diselenggarakan GAPKI Cabang Kalimantan Tengah dan Media Perkebunan pada 28-30 April 2025.
Program ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi perkebunan sawit rakyat yang mayoritas telah berusia tua dan tidak produktif.
Sepnita menjelaskan bahwa sektor kelapa sawit merupakan tulang punggung perekonomian di Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun, sebagian besar kebun swadaya maupun plasma telah memasuki usia 15 hingga 25 tahun, yang menyebabkan produktivitas sawit menurun drastis.
Akibatnya, pekebun mengalami kesulitan dalam bersaing di pasar, selain menghadapi masalah efisiensi usaha. "Hal ini berdampak langsung pada rendahnya produktivitas dan daya saing pekebun di pasar," ujar Sepnita.
Untuk mengatasi tantangan ini, Program PKSP yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian hadir dengan pendekatan baru yang tidak hanya terfokus pada replanting, tetapi juga pendampingan teknis dan penyediaan akses pembiayaan.
Program PKSP merupakan penyempurnaan dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebelumnya. Salah satu inovasi utamanya adalah perluasan cakupan manfaat hingga sektor hilir, termasuk konektivitas dengan offtaker dan industri pengolahan. Nama PSR pun diubah menjadi PKSP untuk mencerminkan tujuan barunya tersebut.
"Pemerintah daerah juga memprioritaskan penyelesaian dokumen legalitas pekebun melalui Surat Tanda Daftar Budidaya atau STDB. Dukungan penuh diberikan kepada pekebun untuk memastikan mereka dapat memenuhi persyaratan administrasi dan teknis program peremajaan," katanya lagi.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Kabupaten Kotawaringin Timur optimistis dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas sektor kelapa sawit. Sepnita berharap program ini akan membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan para pekebun sekaligus meningkatkan daya saing kelapa sawit di pasar lokal maupun nasional.(TESTI PRISCILLA/R)









