BORNRONEWS, Pulang Pisau - Senin 28 April 2025 lalu telah terjadi penganiayaan terhadap murid SD Mentaren 1 yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah.
Penganiayaan seperti pemukulan menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya dengan alasan sepele, seperti tidak mau menjadi petugas upacara pada hari Senin.
Pasca kejadian salah satu orang tua memosting luka pada kaki anaknya di media sosial, sehingga berita tersebut menghebohkan masyarakat dan mendapatkan atensi dari Ketua DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bella
Tandean menegaskan Jika memang betul terjadi kekerasan pada anak seperti yang beredar di media soaial itu tidak bisa ditolerir.
"Saya meminta dinas penididikan turun untuk mencari kebenaran informasi dan jika terbukti mesti dilakukan bimbingan dan sanksi," kata Tandean, Rabu 30 April 2025.
Menurut Tandean kejadian kekerasan bisa menimbul truma bagi anak, apalagi sampai menimbulkan luka pada anak.
"Sebagai tenaga pendidik harusnya memberikan contoh, perlakukan anak - anak didik seperti anak sendiri, jangan melakukan kekerasan apapun kesalahan anak- anak harusnya ditegor dengan cara - cara yang beradab," jelasnya.
Dari hasil penelusuran borneonews.co.id ada beberapa orang tua anak di sekolah yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut yang juga anaknya menjadi korban pemukulan. ( RETHA/R)









