SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi terkini perkebunan kelapa sawit, termasuk di Kotim.

Menurutnya sektor ini menghadapi ketidakpastian hukum karena sejumlah kebun dinyatakan masuk kawasan hutan oleh Satgas dan mengalami penyitaan.

Hal ini disampaikan Bupati seperti dalam rilis kegiatan Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip di Sampit yang diselenggarakan GAPKI Cabang Kalimantan Tengah dan Media Perkebunan pada 28-30 April 2025.

Bupati Halikinnor berencana menyampaikan aspirasi produsen sawit kepada Menteri Kehutanan. Ia mengusulkan kebijakan alternatif berupa kemitraan, menggantikan penyitaan yang dilakukan Satgas.

“Seharusnya hari ini saya ke Jakarta untuk bertemu Menhut, tetapi jadwal saya ubah karena saya anggap TKS sangat penting bagi perkebunan sawit di Kotim,” katanya.

Meskipun usulan tersebut mendapat tanggapan bahwa implementasinya berpotensi sulit dan bermasalah dalam audit, Halikinnor tetap berkomitmen untuk mengajukannya pada pertemuan mendatang. Ia optimistis pemerintah pusat dapat menemukan solusi terbaik demi memulihkan kondisi perkebunan sawit yang sedang dalam masa sulit.

Bupati Halikinnor menekankan kontribusi besar sawit terhadap perekonomian. Ia mengingatkan bahwa posisi kelapa sawit sangat menguntungkan secara bisnis dan menjadi salah satu sumber devisa negara.

“Kondisi ini harus segera diperbaiki agar tidak berlarut-larut dan menyebabkan penurunan kinerja sektor sawit,” ujarnya.

Dia juga meminta Dirjenbun Kementerian Pertanian menyampaikan kondisi nyata industri sawit kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk Presiden. Ia berharap informasi yang disampaikan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang kurang memahami sektor sawit.

“Kami mendukung penuh upaya meredam pembisik-pembisik yang merugikan sawit,” tegasnya.
Bupati Kotim berkeyakinan bahwa dengan kolaborasi dan kebijakan yang tepat, sektor sawit dapat kembali stabil. Acara TKS Sampit ini sendiri menjadi salah satu bentuk dukungan bagi perkembangan perkebunan sawit di Kotim.(TESTI PRISCILLA/R)