SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Syaiful Panigoro, mengungkapkan bahwa saat ini industri kelapa sawit sedang mengalami masa yang tidak menentu. Hal ini, menurutnya, terutama disebabkan oleh masalah non teknis yang tidak memiliki kepastian penyelesaian.

“Masalah non-teknis ini waktu penyelesaiannya tidak jelas, bisa sehari, sebulan, bahkan bertahun-tahun,” jelasnya dalam kegiatan Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip di Sampit yang diselenggarakan GAPKI Cabang Kalimantan Tengah dan Media Perkebunan pada 28-30 April 2025.

Syaiful menekankan sawit di Indonesia yang telah menjadi bagian dari negeri ini selama 130 tahun, seharusnya menunjukkan kemajuan dalam regulasi, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Industri ini tengah menghadapi berbagai guncangan yang mengganggu stabilitasnya. Ia menggambarkan kondisi ini sebagai turbulensi dalam penerbangan yang memengaruhi kenyamanan perjalanan tetapi diharapkan dapat kembali stabil.

“Permasalahan dalam industri kelapa sawit ini tidak hanya menimbulkan tantangan bagi para pelaku usaha tetapi juga berdampak pada devisa negara,“ tegasnya.

Industri ini dikenal sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia, sehingga penting untuk segera menemukan solusi atas masalah yang ada.

Syaiful menilai bahwa dinamika yang terjadi saat ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan semua pemangku kepentingan. Ia berharap ada langkah konkret untuk mengatasi tantangan-tantangan yang melanda sektor ini, terutama dalam hal regulasi dan kepastian hukum yang lebih baik.

Ia pun optimis bahwa meskipun tengah menghadapi masa sulit, industri kelapa sawit Indonesia memiliki daya tahan dan fleksibilitas untuk bangkit kembali.

“Kita semua harus tetap optimis bahwa setelah turbulensi ini, sektor kelapa sawit bisa kembali terbang tinggi,” imbuhnya.

Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, Syaiful mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam memastikan masa depan yang lebih cerah bagi industri kelapa sawit Indonesia.

“Harapannya dengan upaya bersama, sektor ini mampu mengatasi badai dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara,“ tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)