PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Siswa SMP Sumbermas Sarana mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Nusantara Writing Festival 3 yang digelar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin pada 26-27 April 2025. 

Dalam lomba karya tulis ilmiah berskala nasional ini, tim SMP Sumbermas Sarana berhasil menyabet 4 medali, bersaing ketat dengan peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjaring penulis-penulis muda yang inovatif dan visioner dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. 

Namun siapa sangka, justru para siswa SMP dari Kalimantan Tengah ini yang berhasil menarik perhatian juri dengan gagasan-gagasan kreatif berbasis kearifan lokal.

“Awalnya kami ragu karena pesertanya banyak dari kampus, tapi kami yakin anak SMP juga bisa berkontribusi untuk bangsa,” ujar Aisha Ramadina, ketua tim peraih medali perak, pada Borneonews, Rabu, 30 April 2025.

Aisha Ramadina menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak yang telah mendukung keberangkatan mereka. 

“Kami sangat senang dengan hasil yang kami dapatkan. Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Dan tidak lupa kami sampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada  Citra Borneo Indah (CBI) Group  dan Yayasan Abdul Rasyid Foundation yang telah memberikan support penuh,” jelas Aisha Ramadina.

Tim yang dipimpin Aisha Ramadina bersama dua rekannya, Rondiyah dan Fai Datus Salimmah, berhasil meraih Silver Medal melalui karya berjudul “Gastronomi Rawon Rawa: Sebuah Odise Kuliner di Jantung Peradaban Rawa Borneo Sambil Melestarikan Warisan Perairan Kecamatan Paminggir.” Esai ini mengangkat potensi kuliner lokal sebagai warisan budaya yang harus dijaga sekaligus sebagai peluang pengembangan ekonomi daerah.

Tim kedua, yang juga meraih Silver Medal, terdiri dari Febri Yana, Lintang Ayu Putri, Sinta Dwi Febriyanti, dan Sri Konnita. Mereka menulis karya berjudul “Talipuk Super Cookies Sebagai Solusi Gizi Berbasis Pangan Lokal untuk Tekan Angka Stunting Menuju Indonesia Emas 2045.” Karya ini menonjolkan inovasi pangan sehat berbasis bunga teratai sebagai solusi alternatif dalam pencegahan stunting.

Sementara itu, Bronze Medal pertama diraih tim yang digawangi Agniha Dwi Martini, Ulumafatul Magrifah, dan Anggun Aprillia lewat esai berjudul “Menggoyab Jejak Kata Yang Hilang.” Mereka menciptakan konsep komik interaktif digital sebagai media pembelajaran untuk revitalisasi bahasa Melayu dialek Kotawaringin yang mulai tergerus zaman.

Bronze Medal kedua diraih tim Ramika, Bilqis, Lefina Eka Putri, dan Rica Muliyana melalui karya berjudul “Museum Budaya Interaktif Istana Kuning: Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan.” Mereka mengusulkan museum digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menghadirkan sejarah Kesultanan Kutawaringin secara interaktif dan menarik bagi generasi muda.

Kepala SMP Sumbermas Sarana, Junaidi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para siswanya. 

“Perolehan 4 medali sekaligus di ajang bergengsi nasional adalah prestasi luar biasa. Para siswa ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi, kreativitas, dan semangat pantang menyerah, tidak ada yang mustahil,” jelas Junaidi. Junaidi mengatakan pentingnya lomba semacam ini sebagai wadah ekspresi generasi muda. 

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi peserta didik. Kami berharap kompetisi ini dapat terus berlangsung di masa depan,” jelas Junaidi

Junaidi menyampaikan bahwa prestasi luar biasa SMP Sumbermas Sarana ini menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah batasan untuk menciptakan karya besar. 

"Mereka telah menunjukkan bahwa pelajar daerah pun mampu bersaing dan menginspirasi di tingkat nasional," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)