BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dalam lanjutan edukasi kesehatan bertema Hari Malaria Sedunia di RSPD Kapuas, Rabu, 30 April 2025, dr. Lutfi Dewanda Nugroho memaparkan secara mendalam mengenai penyakit malaria, mulai dari penyebab, jenis, hingga gejala-gejalanya yang perlu diwaspadai.
Menurut dr. Lutfi, malaria merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, yang aktif mulai petang hingga pagi hari.
“Parasit ini berkembang di hati, lalu menyerang sel darah merah. Penularan bukan dari manusia ke manusia, tetapi lewat vektor nyamuk,” katanya.
Ada empat jenis Plasmodium yang umum menyerang manusia. Di antaranya, Plasmodium vivax – penyebab malaria tertiana ringan, paling umum dan terjadi setiap tiga hari.
Plasmodium falciparum – penyebab malaria tropika yang paling mematikan, berisiko menimbulkan gangguan saraf hingga kejang dan kelumpuhan.
--page
Plasmodium malariae – penyebab malaria quartana, gejalanya muncul tiap empat hari dan cukup jarang.
Plasmodium ovale – gejalanya mirip malaria quartana, banyak ditemukan di Afrika Barat, dengan potensi kambuh hingga 4 tahun.
Ia juga menjelaskan gejala awal malaria yang sering diabaikan. Di antaranya demam tinggi, menggigil, sakit kepala, berkeringat, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan denyut jantung yang meningkat.
“Gejala-gejala ini bisa muncul beberapa minggu setelah tergigit nyamuk pembawa parasit,” tambahnya.
Faktor risiko tinggi termasuk anak di bawah lima tahun, orang tua, dan ibu hamil. Selain itu, tinggal di wilayah tropis serta minimnya akses terhadap fasilitas kesehatan juga memperburuk penyebaran dan pengobatan penyakit ini. (DODI/Y)









