KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui edukasi kesehatan di RSPD Kapuas mengajak masyarakat untuk aktif dalam pencegahan dan pengobatan penyakit malaria demi mendukung target Indonesia bebas malaria pada tahun 2025.

Dr. Lutfi Dewanda Nugroho selaku dokter umum rumah sakit menyebutkan bahwa malaria adalah penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan. 

"Namun, kunci utama adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dan lingkungan," katanya, Rabu, 30 April 2025.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, olahraga rutin, tidur cukup, dan menghindari rokok serta alkohol.

Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, memasang kasa jendela, menyemprotkan obat anti nyamuk, memakai pakaian panjang saat malam, dan menggunakan losion anti nyamuk.

Menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membiarkan air tergenang, menutup tempat penampungan air, serta tidak menggantung pakaian bekas pakai di dekat tempat tidur.

Untuk pengobatan, dr. Lutfi menjelaskan bahwa malaria bisa diobati dengan klorokuin fosfat dan terapi kombinasi berbasis Artemisinin (ACT), seperti artemether-lumefantrine dan artesunate-mefloquine, yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI dan WHO.

“Namun perlu diingat, jika tidak diobati dengan benar, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius seperti anemia, kerusakan otak, kegagalan organ, dan bahkan kematian,” tegasnya.

Terakhir, dr. Lutfi mengimbau masyarakat agar tidak ragu memeriksakan diri ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit jika mengalami gejala malaria. “Dengan deteksi dini dan penanganan cepat, kita bisa selamatkan nyawa dan capai target eliminasi malaria,” pungkasnya. (DODI/j)