PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Melanjutkan upaya pemerintah dalam pengembangan benih kelapa sawit, Laksmi W yang mewakili Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan mengungkapkan bahwa terdapat dua varietas unggul yang akan disidangkan dalam sidang pelepasan periode pertama tahun 2025. Sidang ini akan memfokuskan pada benih yang menggunakan metode genom untuk pengembangan varietas dan benih yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Dalam keterangannya, Laksmi menjelaskan bahwa PT Astra dan PT Socfin adalah dua perusahaan yang akan mengikuti sidang tersebut.

“Astra sudah menggunakan metode genom dalam pengembangan varietasnya, menunjukkan komitmen industri dalam menciptakan inovasi baru,” jelas Laksmi dalam acara Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip di Sampit pada 28-30 April 2025.

Proses pelepasan varietas benih kelapa sawit kini dilakukan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Pemerintah mengadakan sidang pelepasan varietas sebanyak dua kali dalam setahun, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2019. Proses ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan atas nama Menteri Pertanian, dengan dukungan penuh dari Tim Penilai Varietas atau TPV.

Tidak hanya inovasi, Laksmi menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan perusahaan benih untuk memastikan keberhasilan strategi pengembangan varietas unggul.

“Pilihan benih legal sangat banyak dan mudah diakses. Jadi, jangan pernah membeli benih sawit secara online yang tidak jelas asal-usulnya,” tegas Laksmi.

--page

Pemerintah berharap bahwa langkah strategis ini dapat memperkuat industri kelapa sawit nasional. Inovasi dalam metode genom serta peningkatan produktivitas diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor perkebunan.

Sinergi antara pemerintah, industri, dan petani menjadi elemen kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor kelapa sawit Indonesia. Melalui kolaborasi ini, manfaat dari pengembangan varietas unggul akan dirasakan tidak hanya oleh para pelaku industri tetapi juga masyarakat luas. (TESTI PRISCILLA/y)