SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Jumlah penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami lonjakan signifikan pada semester II tahun 2024, yakni sebanyak 11.482 jiwa. Data ini diungkapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim dan menjadi angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Anggota DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, menilai bahwa peningkatan jumlah penduduk secara drastis di tahun 2024 juga sangat dipengaruhi oleh pesta demokrasi seperti Pemilu dan Pilkada yang digelar tahun itu.

“Menjelang Pemilu dan Pilkada, kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan meningkat. Banyak yang memperbaiki atau mengurus data kependudukan agar dapat terdaftar sebagai pemilih,” kata Gaol, Rabu, 30 April 2025.

Ia menilai, peningkatan tersebut bukan akibat eksodus besar-besaran. Tetapi lebih karena masyarakat yang selama ini belum terdaftar atau belum memutasi kependudukannya, akhirnya mengurus administrasinya dengan bantuan Disdukcapil.

"Hal itu juga dipengaruhi kesadaran masayarakat untuk memiliki data kependudukan setempat yang tentunya untuk digunakan dalam setiap berurusan di daerah. Karena berbagai urusan sangat memerlukan identitas dan data kependudukan," tambahnya.

--page

Dirinya apresiasi Disdukcapil Kotim atas inovasi pelayanan yang memudahkan masyarakat, seperti kemudahan mencabut data kependudukan tanpa harus pulang ke daerah asal.

“Fasilitas ini sangat membantu pendatang yang telah lama tinggal di Kotim namun belum melakukan mutasi kependudukan. Kita patut berterima kasih atas kerja keras mereka,” pungkasnya.

Adapun, Kepala Disdukcapil Kotim Agus Tripurna Tangkasiang menyebutkan bahwa berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil, jumlah penduduk Kotim per Juni 2024 tercatat 443.033 jiwa, dan meningkat menjadi 454.515 jiwa pada Desember 2024. Data tersebut menunjukkan pertambahan jumlah penduduk sebanyak 11.482 jiwa.

“Biasanya peningkatan hanya berkisar 2.000 hingga 3.000 jiwa per semester. Tapi tahun 2024 berbeda, karena adanya berbagai faktor yang memengaruhi,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, lonjakan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni pindah datangnya penduduk dari luar daerah dan angka kelahiran serta penduduk yang baru melakukan pendaftaran administrasi kependudukan.

--page

Warga pindah datang umumnya berasal dari luar Kotim dan bekerja di perusahaan besar swasta (PBS), seperti perkebunan dan tambang, terutama di wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Parenggean, Cempaga Hulu, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang dan Telawang. (DEWI PATMALASARI/Y)