BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia atau BEI Provinsi Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya investasi yang legal dan aman. Cahyo menekankan bahwa investasi yang legal adalah kunci untuk mencapai stabilitas finansial dan mencegah kerugian akibat praktik investasi ilegal.
Stephanus menjelaskan bahwa BEI memiliki berbagai program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Salah satu program unggulan adalah "Yuk Nabung Saham," yang memungkinkan masyarakat untuk mulai berinvestasi dengan modal kecil.
"Program ini dirancang untuk memberikan akses investasi yang lebih luas kepada masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin belajar mengelola keuangan mereka dengan bijak," kata Cahyo pada Rabu, 30 April 2025.
Cahyo juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas entitas investasi sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Ia menekankan bahwa BEI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk memastikan bahwa semua produk investasi yang ditawarkan di pasar modal telah memenuhi standar hukum dan etika.
Selain itu, Stephanus mengungkapkan bahwa BEI Kalimantan Tengah berencana untuk memperluas akses informasi melalui pembukaan galeri investasi di berbagai lokasi strategis.
--page
"Galeri ini akan menjadi pusat edukasi bagi masyarakat yang ingin memahami lebih dalam tentang investasi saham, obligasi, dan reksa dana," katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya investasi berbasis syariah sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai prinsip-prinsip Islam. Produk investasi syariah yang diawasi oleh Dewan Syariah Nasional menawarkan keamanan dan kepatuhan terhadap nilai-nilai agama, sehingga semakin diminati oleh masyarakat.
Dengan berbagai upaya tersebut, Cahyo berharap masyarakat Kalimantan Tengah dapat lebih percaya diri dalam berinvestasi dan mengembangkan kekayaan mereka secara legal.
"Investasi yang legal bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









