BORNEONEWS, Pulang Pisau - Delapan group seni tari meriahkan acara panggung hiburan rakyat di lapangan Handep Hapakat yang menampilkan seni tari yang memukau dan penuh dengan filosofi adat budaya masyarakat adat Dayak kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Pulang Pisau, Rabu 30 April 2025 malam.
Salah satu tari yang ditampilkan tari dadas bawo atau wadian dadas yang berasal dari tarian adat masyarakat Dayak Ma'anyan yang memiliki fungsi ritual pengobatan dan sebagai bentuk suka cita.
Tarian ini biasanya dilakukan oleh Wadian Dadas (penari perempuan) dan Wadian Bawo (penari laki-laki). Tarian ini ditampilkan oleh Svensa group yang terdiri dari 3 penari.
Adit salah satu penari menyampaikan sangat bangga dan senang bisa menampilkan tari gelang dadas bawo yang tarian ini berasal dari suku Dayak Ma'anyan.
"Tarian ini biasanya digunakan sebagai sarana pengobatan, ritual mengusir roh jahat tapi saat ini tarian ini bisa dikreasikan dan digunakan untuk acara pernikahan adat dan menyambut tamu," katanya.
"Dengan adanya panggung hiburan rakyat ini saya berharap pemerintah terus menggelar seni budaya tari untuk mempertahankan budaya." sebutnya.
"Pentas seni ini membangun semangat dan kreativitas anak muda dalam mengenal identitas dirinya dalam budaya serta mempertahankannya," pungkasnya. (RETHA/R)









