BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku usaha dalam memperkuat program pelatihan keterampilan digital serta pendidikan vokasi sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi kerja yang kompeten dan siap bersaing.
Menurut Hasan, tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.
“Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar pelatihan dan pendidikan vokasi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Hasan, Kamis 1 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi harus didukung kurikulum yang relevan dan fasilitas pelatihan yang memadai, sehingga peserta didik mampu menguasai keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia industri, khususnya dalam bidang digital.
Hasan juga mendorong adanya program magang, pelatihan bersertifikat, serta inkubasi usaha yang dapat menjembatani lulusan pendidikan vokasi dengan dunia kerja atau wirausaha.
“Dengan memperkuat keterampilan digital dan vokasi, kita tidak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, tapi juga mendorong tumbuhnya pelaku usaha muda yang inovatif,” katanya.
Pihaknya siap mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan SDM berbasis vokasi dan teknologi digital di Kota Palangka Raya. (MARINI/R)









