PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh menekankan pentingnya pemenuhan gizi yang optimal bagi anak sejak dalam kandungan hingga usia balita sebagai langkah strategis untuk mencegah stunting.

Menurut Sri Ani, masa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif.

Kegagalan pemenuhan gizi pada masa ini berisiko tinggi menyebabkan stunting yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga menyangkut perkembangan otak dan kemampuan belajar anak di masa depan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi sejak dini sangat krusial,” ujar Sri Ani, Kamis 1 Mei 2025.

Ia mendorong agar program-program intervensi gizi, pemeriksaan kehamilan, serta edukasi kepada ibu hamil dan menyusui terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait.

Sri Ani juga mengajak masyarakat untuk aktif mengikuti program posyandu dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, terutama bagi keluarga berisiko tinggi mengalami stunting.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Kita harus memastikan bahwa generasi masa depan Palangka Raya tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tegasnya.

Pihaknya akan terus mendorong alokasi anggaran dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesehatan ibu dan anak. (MARINI/R)