PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua I DPRD Palangka Raya yang membidangi Komisi II, Hap Baperdu menyampaikan pentingnya langkah pencegahan terhadap dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat musim kemarau. 

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara serius untuk menjaga kelestarian lingkungan serta menghindari kerugian bagi masyarakat.

“Setiap tahun kita dihadapkan pada ancaman karhutla saat kemarau tiba. Pencegahan sejak dini adalah kunci utama agar bencana ini tidak terus berulang dan merugikan warga,” ujar Hap, Kamis 1 Mei 2025.

Ia menekankan bahwa pemerintah kota harus memperkuat koordinasi antarinstansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, aparat keamanan, dan relawan, dalam rangka pemantauan wilayah rawan serta penyuluhan kepada masyarakat.

Menurut Hap, karhutla tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta menimbulkan kerugian ekonomi.

“Sosialisasi kepada masyarakat sangat penting, terutama larangan pembakaran lahan secara sembarangan. Kita harus bangun kesadaran kolektif agar semua pihak terlibat dalam menjaga lingkungan,” tambahnya.

Hap menyatakan bahwa DPRD Palangka Raya siap mendukung penguatan regulasi dan anggaran untuk kegiatan pencegahan karhutla secara berkelanjutan. (MARINI/R)