SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), SP Lumban Gaol, mendorong agar pemerintah daerah menganggarkan program pemberian seragam gratis bagi siswa baru di tingkat SD dan SMP mulai tahun depan. Hal ini dianggap penting untuk mendukung program wajib belajar sembilan tahun yang telah menjadi kebijakan nasional.

Saat ini, pihaknya di Komisi III DPRD Kotim bersama Dinas Pendidikan (Disdik) setempat tengah mengkaji rencana tersebut, meskipun diakui untuk tahun ini belum dianggarkan. Namun dorongan untuk merealisasikannya semakin kuat, terlebih Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah mulai mengadakan seragam gratis bagi siswa SMA dan SMK pada tahun ini.

"Kami sedang menggodok supaya ada program pemberian seragam untuk penerimaan siswa baru di SD maupun SMP. Memang untuk tahun ini kita belum anggarkan, tapi kami mendorong keras agar tahun depan bisa direalisasikan," kata SP Lumban Gaol, Kamis, 1 April 2025.

Ia menilai, akan menjadi keanehan apabila di tingkat SMA sudah diberikan fasilitas seragam gratis, sementara untuk SD dan SMP yang merupakan bagian dari program wajib belajar justru belum tersentuh bantuan serupa.

"Kalau pendidikan dasar itu wajib, artinya tidak boleh tidak. Namun ironisnya, justru di SD dan SMP kita belum mampu memberikan fasilitas dasar seperti seragam, padahal SPP di SMP sudah dihapus," tegasnya.

Menurut perhitungannya, kebutuhan anggaran untuk pemberian seragam siswa baru di seluruh SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kotim, diperkirakan sekitar Rp5 miliar per tahun.

Menurutnya, Jumlah tersebut dinilai tidak terlalu besar dibandingkan total anggaran pendidikan di daerah yang pernah mencapai lebih dari Rp300 miliar hingga Rp500 miliar.

"Kalau hanya Rp5 miliar, itu tidak berat. Yang penting sebenarnya kemauan kita. Kalau bicara soal uang, saya kira anggaran tersedia, tinggal prioritasnya saja," tambahnya.

Ia pun meminta Disdik Kotim agar menjadikan program ini sebagai agenda prioritas dalam penyusunan anggaran tahun depan, mengingat besarnya manfaat bagi pemerataan pendidikan dan meringankan beban ekonomi orang tua siswa.

"Kami berharap, dengan realisasi program seragam gratis ini, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk tidak melanjutkan sekolah hanya karena faktor ekonomi, sejalan dengan semangat wajib belajar sembilan tahun yang digaungkan pemerintah pusat," tutup Gaol.  (Ari/j)