SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara Nur Efendi mengatakan bahwa akurasi data sangat penting agar pencegahan percepatan penurunan stunting bisa berjalan sesuai dengan harapan. Hal ini ia sampaikan saat memimpin rapat koordinasi Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS).

"Kita bicara data, kadang-kadang data itu tidak imbang dengan apa yang terjadi di lapangan, karena stunting ini masalah besar dan masalah nasional tentu harus akurat," kata Nur Efendi, Kamis, 1 Mei 2025.

Dalam penanganan dan penanggulangan stunting maka  seluruh stakeholder terkait penanganan stunting untuk tidak lengah dan dilaksanakan secara serius dan tepat, sehingga akurasi data memang sangat diperlukan.

"Jangan sampai lengah merasa ada penurunan dan terfokus ke data tapi kemudian di lapangan tiba-tiba membludak, karena itu saya minta komitmen benar-benar dijaga," ujar Nur Efendi.

Diharapkan melalui berbagai kegiatan seperti PPPS dan kegiatan lainnya maka komitmen seluruh stakeholder yang ada terus terjaga sehingga apa yang menjadi tujuan dari kegiatan bisa terlaksana dengan maksimal serta sesuai dengan target yang ada 

"Kita harus bekerja bersama sehingga stunting bisa kita tangani, selesai, tuntas dengan selalu bergandengan tangan, bekerjasama seluruh pihak yang terkait penanganan stunting ini," ucap  Nur Efendi.fah

Gambaran preferensi Kabupaten Sukamara pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada 2023 adalah 29.10 persen sedangkan untuk hasil semen pendataan SSGI atau Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 adalah 8,37 persen.

"Perlu juga kita evaluasi pelaksanaan intervensi Desa locus stunting pada 2024 lalu bahwasanya masih ada dua desa atau kelurahan yang perlu kita intervensi kembali yaitu Desa kertamulya di kecamatan Sukamara dan Kelurahan Kuala Jelai Kecamatan Jelai," tukas Nur Efendi. (fah/j)