SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor, menyoroti tingginya angka stunting di daerah tersebut yang masih jauh dari target nasional.

Berdasarkan data tahun 2024, prevalensi stunting di Kotim mencapai 19,08 persen, sementara target nasional hanya 14 persen.

“Angka ini jelas masih melampaui target nasional, sehingga perlu strategi lebih konkret untuk menurunkannya,” ujar Akhyannoor, Kamis, 1 Mei 2025.

Fraksi Gerindra DPRD Kotim mengusulkan penguatan layanan kesehatan tingkat pertama, termasuk fasilitas rujukan dan klinik, agar lebih optimal dalam memberikan promosi kesehatan dan konsultasi kepada masyarakat. Sasaran utamanya adalah pasangan pranikah, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat umum.

Menurut Akhyannoor, layanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran krusial dalam pencegahan stunting sejak dini. Konseling gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan edukasi tentang pola hidup sehat merupakan langkah strategis yang harus diperkuat di semua lini pelayanan kesehatan.

--page

Ia juga menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri. Dengan penguatan layanan kesehatan di tingkat dasar, diharapkan angka stunting di Kotim bisa terus ditekan hingga memenuhi target nasional. (DEWI PATMALASARI/Y)