BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah menegaskan larangan keras terhadap segala bentuk pungutan liar di satuan pendidikan, khususnya saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025. Ia meminta sekolah tidak lagi melakukan “akal-akalan” pungutan berkedok kegiatan kelulusan, wisuda, atau alasan lainnya.
“Saya ingatkan semua kepala sekolah agar patuh pada surat edaran dari Dinas Pendidikan. Jangan ada lagi akal-akalan supaya bisa menarik pungutan dari orang tua siswa, baik saat penerimaan murid baru maupun kegiatan lainnya yang tidak relevan dengan pendidikan,” ujar Riskon, Kamis, 1 Mei 2025.
Komisi III DPRD Kotim sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait persiapan SPMB 2025 yang kali ini menerapkan jalur domisili.
“Jalur domisili ini bertujuan untuk memperjelas status kependudukan calon murid. Adminduk wajib dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bukan dari pejabat kelurahan atau kecamatan, untuk menghindari adanya data palsu atau surat siluman seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambah Riskon.
Riskon juga memaparkan bahwa petunjuk teknis (Juknis) SPMB 2025 sudah dibuat dan akan segera disosialisasikan ke seluruh kepala sekolah dan koordinator wilayah.
Salah satu aturan penting adalah pembatasan jumlah siswa maksimal 32 orang per rombongan belajar (rombel). Jika melebihi kuota, data murid tidak akan diterima oleh sistem Dapodik dan sekolah terancam tidak mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Pembatasan ini berpotensi memunculkan masalah baru terkait kapasitas sekolah, khususnya di wilayah kota yang selama ini rombelnya ada yang mencapai 36 hingga 40 siswa. Karenanya, kami mendorong pemerintah daerah segera merencanakan pembangunan sekolah baru, terutama di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Riskon menekankan bahwa koordinasi yang dilakukan lebih awal bertujuan meminimalisir persoalan yang sering muncul saat penerimaan murid baru. Ia berharap para orang tua sudah mempersiapkan pilihan sekolah anak-anak mereka dengan matang, baik ke sekolah negeri maupun swasta. (DEWI PATMALASARI/H)









