SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sihol Parningotan Lumban Gaol mengusulkan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru untuk mendukung wajib belajar 9 tahun.

"Kami sekarang sedang menggodok agar ada pemberian seragam untuk penerimaan siswa baru di SD dan SMP. Walaupun memang tahun ini belum dianggarkan, kita terus dorong agar program ini segera terealisasi," ujar Gaol, Kamis, 1 Mei 2025.

Menurutnya, dorongan ini semakin kuat karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah mulai melaksanakan program seragam gratis bagi siswa SLTA sederajat sejak tahun ini.

"Kami sudah konsultasi dengan dinas provinsi, mereka mulai menerapkan tahun ini. Jadi aneh jika pemerintah menyatakan SD dan SMP adalah wajib belajar 9 tahun, tapi stimulus seperti seragam gratis belum ada untuk siswa SD dan SMP, sementara SMA sudah ada," katanya.

Ia menambahkan, meskipun SMA masih diperbolehkan memungut biaya SPP, perhatian terhadap siswa SD dan SMP tetap harus diutamakan. "Kami sampaikan ke dinas agar ini menjadi perhatian serius. Jika belum mampu tahun ini, maka harus dianggarkan tahun depan," tegasnya.

Saat dilakukan perhitungan kasar, biaya yang dibutuhkan untuk seragam siswa baru SD dan SMP di seluruh Kotim diperkirakan sekitar Rp4,5 hingga Rp5 miliar per tahun.

"Angka itu tidak besar jika dibandingkan dengan anggaran Dinas Pendidikan yang mencapai ratusan miliar. Saya kira kalau ada keseriusan, ini bukan soal mampu atau tidak, tapi mau atau tidak," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)