BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi terhadap kemudahan layanan administrasi kependudukan yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.
Kemudahan layanan ini berdampak positif terhadap kesadaran masyarakat dalam memperbaiki dokumen kependudukan.
“Kami melihat semakin baiknya pelayanan di Dukcapil Kotim, masyarakat menjadi lebih antusias memperbaiki administrasi kependudukannya. Baik yang selama ini belum terdaftar maupun mereka yang sudah lama tinggal di Kotim tetapi belum memutasi dokumennya,” kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, Kamis, 1 Mei 2025
Ia menambahkan, salah satu kemudahan yang sangat diapresiasi adalah proses mutasi kependudukan yang kini tidak lagi mengharuskan warga pulang kampung untuk mencabut data kependudukan mereka. Dukcapil setempat kini dapat membantu langsung proses tersebut, yang tentunya memudahkan masyarakat pendatang.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Dukcapil yang telah menjalankan tugas pendataan administrasi kependudukan dengan baik dan responsif,” tambahnya.
Terkait lonjakan jumlah penduduk Kotim pada 2024, Gaol menyebutkan bahwa peningkatan tersebut banyak dipengaruhi oleh massifnya perbaikan dan pengurusan administrasi kependudukan menjelang Pemilu dan Pilkada. Hal ini juga memperlihatkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk memiliki data kependudukan yang valid.
“Menurut kami, lonjakan ini bukan karena eksodus penduduk besar-besaran, tetapi lebih pada meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki identitas kependudukan lokal yang diperlukan dalam berbagai urusan,” katanya.
Adapun, Kepala Disdukcapil Kotim Agus Tripurna Tangkasiang menyebutkan bahwa berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil, jumlah penduduk Kotim per Juni 2024 tercatat 443.033 jiwa, dan meningkat menjadi 454.515 jiwa pada Desember 2024. Data tersebut menunjukkan pertambahan jumlah penduduk sebanyak 11.482 jiwa.
“Biasanya peningkatan hanya berkisar 2.000 hingga 3.000 jiwa per semester. Tapi tahun 2024 berbeda, karena adanya berbagai faktor yang memengaruhi,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, lonjakan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni pindah datangnya penduduk dari luar daerah dan angka kelahiran serta penduduk yang baru melakukan pendaftaran administrasi kependudukan.
Warga pindah datang umumnya berasal dari luar Kotim dan bekerja di perusahaan besar swasta (PBS), seperti perkebunan dan tambang, terutama di wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Parenggean, Cempaga Hulu, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang dan Telawang. (DEWI PATMALASARI/H)









