BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan menyampaikan keprihatinannya terhadap ancaman serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah, khususnya di tengah kondisi cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan belakangan ini.
Menurut Yudhi, faktor cuaca yang tidak menentu sangat memengaruhi keberhasilan produksi bawang merah.
Suhu yang tinggi dan kekeringan dapat melemahkan ketahanan tanaman, sehingga lebih rentan diserang hama dan penyakit seperti ulat, thrips, maupun penyakit layu dan busuk daun.
"Cuaca panas yang berkepanjangan dan kurangnya hujan sangat berpengaruh terhadap ketahanan tanaman, termasuk bawang merah. Dalam kondisi seperti ini, petani rentan mengalami gagal panen akibat serangan hama dan penyakit," ujar Yudhi, Jumat 2 Mei 2025.
Ia menekankan pentingnya peran dinas pertanian dan ketahanan pangan setempat dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada petani terkait upaya pencegahan dan penanganan hama serta penyakit tanaman secara terpadu.
Yudhi juga mendorong agar pemerintah menyediakan sarana penunjang, seperti pestisida ramah lingkungan, sistem irigasi darurat, serta akses informasi cuaca untuk mendukung ketahanan pangan lokal.
"Kita tidak ingin para petani terus mengalami kerugian. Perlu langkah konkret dan cepat untuk membantu mereka menjaga produktivitas pertanian, terutama di sektor hortikultura seperti bawang merah," tutupnya. (MARINI/R)









