BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung mengimbau pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran kerupuk yang mengandung bahan berbahaya, seperti boraks.
Ia menyatakan keprihatinannya atas masih ditemukannya makanan ringan yang berisiko terhadap kesehatan konsumen, terutama anak-anak.
Menurut Nenie, penggunaan boraks sebagai bahan tambahan makanan sangat membahayakan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, termasuk kerusakan organ tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, pengawasan dan edukasi kepada pelaku usaha makanan harus terus diperkuat.
"Boraks bukan untuk konsumsi. Saya minta pemerintah daerah melalui instansi terkait rutin melakukan inspeksi dan pengawasan di pasar-pasar serta tempat produksi makanan ringan, termasuk kerupuk," tegas Nenie, Jumat 2 Mei 2025.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli produk makanan, serta tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi makanan yang mengandung bahan berbahaya.
"Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai karena kurangnya pengawasan, warga kita menjadi korban bahan kimia berbahaya dalam makanan," tambahnya.
Nenie berharap adanya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya konsumsi pangan yang sehat dan aman. (MARINI/R)









