BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari mengimbau pemerintah kota untuk lebih gencar melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak dalam upaya pencegahan stunting.
Ia menekankan pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat.
Menurut Rana, stunting masih menjadi tantangan serius yang dapat menghambat tumbuh kembang anak secara optimal.
Kurangnya asupan gizi, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini.
"Gizi anak harus menjadi perhatian utama semua pihak. Sosialisasi yang intensif kepada orang tua, terutama ibu hamil dan balita, sangat penting agar mereka memahami pentingnya asupan nutrisi yang seimbang," ujar Rana, Jumat 2 Mei 2025.
Ia juga mendorong agar Pemko Palangka Raya melibatkan kader posyandu, puskesmas, serta tokoh masyarakat dalam kampanye pencegahan stunting, agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara luas dan menyentuh langsung masyarakat akar rumput.
"Pencegahan stunting bukan hanya soal memberikan makanan tambahan, tapi juga edukasi tentang pola makan, kebersihan, dan perawatan anak secara keseluruhan. Ini harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan," tambahnya.
Rana berharap dengan kolaborasi yang kuat antar pihak, angka stunting di Palangka Raya dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia ke depan menjadi lebih baik. (MARINI/R)









