SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuka peluang bagi pihak swasta untuk melayani jasa penyeberangan mobil dari Sampit menuju Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau. 

"Kita lihat seperti apa respons swasta karena mereka pasti berhitung terkait benefit. Kalau tidak ada, baru opsi kedua, yaitu pemerintah daerah sendiri yang mengupayakan sarana dan prasarananya," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Rody Kamislam, Jumat, 2 Mei 2025.

Kebijakan ini muncul setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memutuskan untuk fokus membiayai pembangunan jalan di wilayah seberang, alih-alih membangun Jembatan Mentaya yang sebelumnya diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Kotim.

Provinsi kini mengelola jalan dari Jembatan Cempaga hingga Kecamatan Pulau Hanaut, dan berkomitmen untuk melanjutkan pembangunannya secara bertahap.

Meski pembangunan jalan akan mengurangi keterisolasian wilayah, warga Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut tetap harus menempuh perjalanan jauh melalui Jembatan Cempaga untuk mencapai Sampit.

Oleh karena itu muncul aspirasi masyarakat untuk meningkatkan layanan penyeberangan Sampit-Seranau yang saat ini hanya melayani penumpang dan sepeda motor, menjadi penyeberangan mobil.

Pihaknya telah melakukan pendekatan dengan PT Dharma Lautan Utama (DLU) untuk melayani penyeberangan mobil.  

"Mereka mengundang kami ke Jakarta untuk diskusi terkait seperti apa potensinya. Karena mereka swasta, tentu mereka harus berhitung dulu terkait biaya dan benefit, sebelum mereka memutuskan jika ingin berinvestasi," tambahnya.

Dinas Perhubungan Kotim akan melakukan studi kelayakan (FS), termasuk menghitung biaya renovasi dermaga dan pengadaan kapal roro.  Jika swasta tidak berminat, pemerintah daerah akan menyediakan layanan tersebut secara bertahap.  

"Kalau kita pemerintah daerah yang mengadakan itu maka pertimbangannya bukan pada sisi bisnis, tetapi pelayanan masyarakat. Makanya akan kita hitung dulu semuanya," jelas Rody.

Manajer PT DLU Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto membenarkan adanya pembicaraan awal dengan Dinas Perhubungan Kotim.  

Ia mengakui adanya peluang kerja sama ini, namun perlu pembahasan lebih lanjut. Menurutnya, tentu ini memerlukan pembicaraan lebih lanjut secara mendalam.

"Kemarin pembahasannya bukan dengan saya, tapi ada bagian manajemen yang kebetulan berkunjung ke Sampit. Dan pada kesempatan itu kita ajak manajer usaha dari pusat untuk bersilaturahmi," kata Hendrik.  (DEVIANA/R)