PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang responsif dan inovatif. Hal ini disampaikannya sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di daerah.

Sudarsono menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin dinamis. Tata kelola pemerintahan yang responsif harus mampu menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat dengan cepat dan tepat.  

"Kecepatan dan ketepatan dalam merespon kebutuhan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan," katanya, Jumat, 2 Mei 2025.

Inovasi juga menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. Pemerintah daerah perlu terus berinovasi dalam mengembangkan sistem dan mekanisme kerja yang lebih modern dan terintegrasi.

Inovasi teknologi dan pendekatan manajemen yang baru dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sudarsono mencontohkan beberapa sektor yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya peningkatan tata kelola pemerintahan. Sektor pelayanan publik, seperti perizinan, kependudukan, dan kesehatan, perlu dibenahi untuk memberikan kemudahan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Sistem yang transparan dan akuntabel juga perlu diterapkan untuk mencegah terjadinya korupsi dan penyimpangan.

Selain itu, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif dan inovatif.

Pemerintah daerah perlu membuka ruang yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan kritik. Dengan demikian, kebijakan yang diambil pemerintah akan lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Sudarsono berharap agar seluruh jajaran pemerintah di Kalteng dapat berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan inovatif.

"Hal ini akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan di Kalteng menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera," pungkasnya. (PATHUR/R)