NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon mengingatkan pembudidaya ikan agar memperhatikan permintaan pasar dalam siklus budi daya ikan, supaya rutin panen dan ketersediaan di pasar selalu terjaga.

“Perhatikan siklusnya, mulai dari melepas bibit ke kolam hingga panen,” katanya, Jumat, 2 Mei 2025.

Pembudidaya ikan biasanya memiliki beberapa kolam. Jika siklus budi daya ikan dilakukan serentak, maka panen juga dilakukan berbarengan, yang malah bisa mengakibatkan pasar menjadi jenuh. Oleh sebab itu, Ia mengingatkan pembudidaya agar memperhatikan siklus budi daya ikan, supaya waktu panen tidak berbarengan.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah tingginya harga pakan ikan. Pembudidaya hendaknya bisa mencari pakan alternatif, supaya dapat berhemat dari sisi biaya.

Pemkab selalu mendukung masyarakat di Kabupaten Lamandau yang serius ingin membudidayakan ikan. Salah satu bentuk dukungan seperti memberi bantuan subsidi pakan ikan kepada sejumlah pembudidaya.

Ia juga mengajak warga setempat untuk meningkatkan konsumsi ikan. Pasalnya, ikan itu menyehatkan dan mencerdaskan bagi siapa saja yang mengonsumsinya, begitupun gizi yang tekandung di dalam ikan sangat baik bagi pertumbuhan, khususnya anak.

Menurutnya, dengan mengonsumsi ikan secara cukup, diharapkan masyarakat Kabupaten Lamandau memiliki generasi yang sehat dan cerdas, supaya mampu bersaing dan menjadi generasi yang tangguh serta unggul.

“Semoga ke depan masyarakat Kabupaten Lamandau semakin gemar mengkonsumsi ikan, karena ikan adalah salah satu sumber protein yang tinggi, namun rendah kolesterol. Ikan juga mengandung vitamin, mineral dan lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan,” pungkasnya. (din/j)