PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bursa Efek Indonesia atau BEI Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah terus berupaya meningkatkan literasi pasar modal di tengah masyarakat. Saat ini, terdapat 24 Galeri Investasi atau GI yang tersebar di berbagai wilayah, berfungsi sebagai sarana edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat agar lebih memahami mekanisme investasi di pasar modal.

Kepala BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja menyampaikan bahwa dari total 24 Galeri Investasi yang ada, sebanyak 11 di antaranya beroperasi di perguruan tinggi, sementara 13 lainnya merupakan Galeri Investasi Edukasi di tingkat SMA/SMK.

"Kami ingin membangun pemahaman sejak dini mengenai pentingnya investasi, agar masyarakat, terutama generasi muda, lebih sadar akan peluang yang tersedia di pasar modal," kata Cahyo kepada Borneonews pada Jumat, 2 Mei 2025.

Keberadaan Galeri Investasi ini dianggap strategis dalam menciptakan investor baru dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Dengan adanya pendampingan dan edukasi secara berkala, diharapkan para pemuda Kalimantan Tengah dapat mengambil langkah yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan mereka.

"Kami terus melakukan kegiatan edukasi, baik melalui seminar, workshop, maupun simulasi perdagangan saham," tambahnya.  

BEI Kalimantan Tengah juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan otoritas terkait, untuk memastikan bahwa edukasi investasi dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap pasar modal semakin meningkat, terutama setelah masyarakat memperoleh pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.

"Kami optimis bahwa Galeri Investasi ini akan semakin berkontribusi dalam peningkatan jumlah investor di daerah. Literasi yang baik tentu akan mengarah pada keputusan investasi yang lebih matang dan berkelanjutan," pungkas Cahyo.

Dengan upaya ini, diharapkan Kalimantan Tengah semakin memiliki ekosistem investasi yang kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.  

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik dalam rilisnya mengatakan bahwa jumlah GI BEI yang saat ini hampir mencapai 1.000, berlokasi di perguruan tinggi, sekolah, dan instansi, serta 6.000 Duta Pasar Modal menjadi jembatan penting antara dunia akademis dan pasar modal.

"Melalui Galeri Investasi BEI dan Duta Pasar Modal, edukasi pasar modal hadir hingga pelosok daerah," kata Jeffrey. 

Oleh karena itu, lanjut Jeffrey, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat, meningkatkan inklusi pasar modal melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, serta mengoptimalkan program-program edukasi yang inovatif, agar semakin banyak masyarakat yang dapat berinvestasi dengan aman dan berkelanjutan. 

Mengawali tahun 2025, BEI telah melaksanakan 3.979 kegiatan edukasi di berbagai daerah seperti penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal atau SPM dari level 1 hingga level 3, webinar, seminar, workshop, kunjungan ke BEI, hingga pembuatan konten edukasi di media sosial serta pelatihan lainnya di seluruh Indonesia.

BEI bersama SRO dan didukung oleh OJK akan menyelenggarakan kembali Capital Market Summit & Expo atau CMSE pada tahun 2025 dan program Road to CMSE 2025 sudah dimulai sejak awal Maret 2025. Rangkaian CMSE 2025 diselenggarakan bekerja sama dengan para pelaku industri, perguruan tinggi, komunitas, serta media massa. (TESTI PRISCILLA/j)