BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Komitmen PT PLN (Persero) dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di setiap pembangunan terus dibuktikan. Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 3 (UPP KLB 3), manajemen PLN turun langsung ke lapangan untuk meninjau penerapan K3 serta kemajuan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Dua lokasi strategis yang menjadi fokus inspeksi adalah pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Pangkalan Bun – arah KLM dan Gardu Induk 150 kV Ekstensi Pangkalan Bun. Kegiatan ini dipimpin oleh Manager UPP KLB 3, Muhamad Indra Firdaus, didampingi oleh jajaran manajemen proyek.
Peninjauan langsung ini bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk komitmen nyata PLN dalam mengawal kualitas dan keselamatan kerja di lapangan.
“Kami turun langsung untuk memastikan semua berjalan sesuai standar — baik dari sisi mutu, waktu pelaksanaan, maupun keselamatan kerja. Ini adalah wujud tanggung jawab PLN untuk memberikan infrastruktur listrik yang aman dan andal,” ujar Indra Firdaus, Jumat, 2 Mei 2025.
Manajemen juga memberikan penguatan kepada seluruh tim proyek terkait pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap standar operasional, serta koordinasi yang solid antar pihak.
Mitra kerja pelaksana menyambut positif kehadiran manajemen PLN. Kunjungan ini disebut memberikan dorongan moral bagi tim di lapangan untuk terus meningkatkan disiplin kerja dan fokus pada kualitas serta keselamatan.
General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, Johar Wijaya, menegaskan bahwa keberhasilan proyek bukan hanya dilihat dari penyelesaian fisik, tetapi juga dari kepatuhan terhadap prinsip keselamatan dan legalitas.
“SMK3 bukan sekadar kewajiban administratif, tapi budaya kerja yang harus dibangun bersama. Dengan sinergi antara PLN dan mitra kerja, kami optimistis seluruh target proyek dapat tercapai dengan hasil terbaik,” ujarnya.
PLN berharap, melalui pengawasan aktif dan penerapan SMK3 yang konsisten, seluruh elemen proyek dapat bekerja lebih optimal, mendukung terciptanya sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (ANSHARI/J)









