PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bursa Efek Indonesia atau BEI Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pemasyarakatan pasar modal dengan menjalin sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu fokus utama ke depan adalah pendirian Galeri Investasi atau GI BEI yang bekerja sama dengan berbagai instansi guna meningkatkan akses masyarakat terhadap edukasi investasi.

Kepala BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas literasi keuangan dan menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih inklusif.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, baik dari kalangan akademisi maupun umum, memiliki sarana yang cukup untuk memahami dan memanfaatkan peluang investasi secara optimal," kata Cahyo kepada Borneonews pada Jumat, 2 Mei 2025.

Selain pengembangan Galeri Investasi, edukasi berbasis digital tetap menjadi strategi utama dalam menjangkau seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. BEI terus mengoptimalkan berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook untuk menyebarkan informasi pasar modal dengan format yang lebih interaktif dan mudah dipahami.

Tak hanya melalui media sosial, kegiatan edukasi juga akan terus berjalan secara online dan hybrid melalui Zoom Meeting. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah untuk mendapatkan akses terhadap materi edukasi pasar modal tanpa hambatan geografis.

--page

"Kami ingin setiap individu di Kalimantan Tengah, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk belajar mengenai investasi," tambahnya.  

Sebagai bagian dari transparansi dan keterbukaan informasi, BEI Kalimantan Tengah mengajak masyarakat untuk terus memantau berbagai program edukasi yang dapat diikuti secara gratis. Informasi lengkap mengenai kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal dapat diakses melalui akun Instagram resmi BEI Kalimantan Tengah di @idx_kalteng.  

Dengan berbagai inisiatif ini, BEI Kalimantan Tengah optimis bahwa tingkat literasi pasar modal di wilayah tersebut akan semakin meningkat, menciptakan generasi investor yang lebih cerdas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.  

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik dalam rilisnya mengatakan bahwa jumlah GI BEI yang saat ini hampir mencapai 1.000, berlokasi di perguruan tinggi, sekolah, dan instansi, serta 6.000 Duta Pasar Modal menjadi jembatan penting antara dunia akademis dan pasar modal.

"Melalui Galeri Investasi BEI dan Duta Pasar Modal, edukasi pasar modal hadir hingga pelosok daerah," kata Jeffrey. 

Oleh karena itu, lanjut Jeffrey, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat, meningkatkan inklusi pasar modal melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, serta mengoptimalkan program-program edukasi yang inovatif, agar semakin banyak masyarakat yang dapat berinvestasi dengan aman dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/y)