BORNEONEWS, Palangka Raya - Kejuaraan catur Hardiknas 2025 di Aula Berkah Disdik Provinsi Kalimantan Tengah pada Jumat, 2 Mei 2025 bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah peningkatan konsentrasi dan pola pikir bagi peserta didik.
Dengan diikuti 250 pecatur muda dari berbagai tingkat pendidikan, ajang ini menekankan pentingnya berpikir strategis dalam permainan dan kehidupan.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yues Elko, menegaskan bahwa olahraga catur memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan mental anak-anak
"Melalui ajang ini, generasi muda akan lebih terlatih dalam mengambil keputusan serta berpikir sistematis," kata Yuas.
Hal ini diamini oleh Kabid Prestasi Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia atau Percasi Kalimantan Tengah, Suparman. Menurutnya, negara maju telah lama memanfaatkan catur sebagai bagian dari pendidikan karena terbukti meningkatkan kemampuan analitis dan akademik.
"Percasi Kalteng juga telah menjalin kerja sama dengan lima sekolah dalam program sekolah catur, yang menunjukkan peningkatan prestasi akademik pada siswa yang terlibat. Kompetisi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak sekolah untuk memasukkan catur dalam kurikulumnya," kata Suparman.
Selain aspek pendidikan, ajang ini juga bertujuan mempererat hubungan sosial antar siswa dari berbagai daerah. Dengan semangat Hardiknas, peserta dapat menanamkan nilai-nilai sportifitas dan kerja sama dalam setiap pertandingan.
"Dengan kompetisi ini, masa depan pendidikan berbasis strategi di Kalimantan Tengah makin cerah. Generasi muda yang mahir bermain catur akan membawa perubahan positif bagi dunia akademik dan sosial," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









