BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, menyoroti persoalan inflasi yang masih membayangi daerah, terutama disebabkan oleh komoditas cabai rawit.
Menurutnya, hingga saat ini cabai rawit masih menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan harga bahan pangan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
"Komoditas cabai rawit masih menjadi penyumbang inflasi di Palangka Raya. Setiap terjadi lonjakan harga, dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah," ujar Tantawi, Sabtu 3 Mei 2025.
Ia menjelaskan, fluktuasi harga cabai rawit kerap kali dipicu oleh kurangnya pasokan lokal dan ketergantungan pada distribusi dari luar daerah. Hal ini diperparah oleh cuaca ekstrem dan distribusi logistik yang tidak stabil.
Tantawi mendorong agar pemerintah kota melalui instansi terkait memperkuat ketahanan pangan lokal, termasuk dengan mendorong budidaya cabai oleh petani maupun rumah tangga melalui program urban farming.
"Perlu ada strategi jangka panjang, seperti pembinaan petani lokal dan pemanfaatan lahan kosong untuk menanam cabai. Ini tidak hanya menekan inflasi, tapi juga mendorong kemandirian pangan masyarakat," tegasnya.
DPRD Palangka Raya, lanjut Tantawi, siap mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada stabilitas harga pangan demi menjaga daya beli masyarakat. (MARINI/j)









