BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, menyoroti rendahnya produktivitas cabai rawit di wilayah setempat.
Ia menyebut bahwa, salah satu penyebab utamanya adalah faktor cuaca yang tidak menentu dan serangan hama penyakit yang kerap menyerang tanaman cabai.
“Cuaca ekstrem dan serangan hama menjadi kendala utama yang membuat tanaman cabai rawit kurang produktif. Hal ini berdampak langsung pada ketersediaan pasokan di pasaran,” ujar Noorkhalis, Sabtu 3 Mei 2025.
Menurutnya, kondisi ini tak hanya merugikan petani, tetapi juga berpengaruh terhadap harga cabai rawit yang cenderung fluktuatif dan bisa memicu inflasi bahan pangan di Palangka Raya.
Noorkhalis mendorong dinas terkait, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, untuk memberikan pendampingan teknis kepada petani, termasuk dalam hal pengendalian hama dan manajemen pola tanam yang sesuai dengan perubahan cuaca.
--page
“Perlu ada edukasi dan bantuan yang menyeluruh, baik berupa bibit tahan penyakit, pestisida ramah lingkungan, maupun teknologi pertanian modern yang bisa mengurangi risiko gagal panen,” jelasnya.
Ia juga berharap ada program penguatan ketahanan pangan lokal, termasuk diversifikasi komoditas dan peningkatan produksi hortikultura secara berkelanjutan. (MARINI/y)









